Jumat, 07 Maret 2014

Politik satu

Hari ini (maksudnya kemarin) hal yang dominan adalah "politik satu". Mengapa politik? karena seharian berkeliling di salah satu daerah makassar dalam rangka ritual Politik. Sebenarnya saya tidak sedang mensosialisasikan Caleg. Dalam ritual ini saya mengambil peran penangkap Gambar (Photographer). Sebenarnya saya sangat amat amatiran. Hasilnya jauh dari Pro. Namun ritual ini saya manfaatkan untuk belajar, karena saya senangnya otodidak.

Banyak yang bilang, saya munafik. Alibinya karena saya secara praktis terjun ke dunia politik. Padahal saya masih berstatus mahasiswa. Namun, semuanya tak masalah bagiku. Itu adalah pendapat mereka. saya tak berhak marah. Karena ini Negara demokrasi, semua bebas berpendapat. Saya "woles" saja, walaupun mereka tidak "woles". (saya sendiri belum begitu mengerti arti woles)

kita najut, Mengapa satu?. Karena Satu adalah nomor urut partai yang saya ikuti ritualnya. Karena saya membeli satu hape hari ini menggantikan satu hape yang hilang. Karena saya tidak makan satu kali hari ini (trus??). Karena hari ini saya bangun jam satu siang (dak sholat Jum'at).

Baiklah, ini selembar lagi yang hilang dari lembar umurku. semoga lembaran ini akan berguna kedepannya.

mengenai janjiku membahar Timor Leste, emmmm....... lain kali nah....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar